Maret 2007


Kemarin sore aku dan istri tercintaku pergi ke klinik dekat rumah. Sudah 2 hari ini fathimahhaura sakit. Klinik yang aku datangi ini memang sudah langgananku, beberapa kali pas fathimahhaura sakit periksa di situ, trus pas kakiku cantengan juga dioperasi kecil di situ. Alhamdulillah Allah memberikan perantara kesembuhan dariNya lewat dokter klinik tersebut.

Sore kemarin di ruang periksa, sambil membujuk fathimah yang rewel & pengen keluar dari ruangan, iseng-iseng aku memperhatikan gambar dan tulisan yang ada di dinding klinik. Sampai aku melihat tulisan yang ditulis di selembar kertas putih dengan khot arab. Sekilas aku sudah menduga kalau itu semacam tulisan yang sering dipasang di pintu-pintu rumah atau toko atau yang lainnya, orang yang menempelkannya mempunyai keyakinan bahwa dengan cara menempel tulisan tersebut akan menghindarkan dari bahaya, musibah, atau dengan menempel tulisan tersebut akan mendatangkan rizqi, melariskan dagangan, atau yang lainnya.

Dalam suatu kajian pernah dibahas bahwa tulisan yang sering dijadikan jimat atau sejenisnya, biasa ditulis di dalamnya ayat-ayat alQuran. Tetapi ayat-ayat tersebut diselewengkan tulisannya atau cara penulisannya.

Nah ternyata benar, ini yang aku lihat di dinding klinik itu:

PERTAMA
Dikutip ayat kursi—-pada bagian yang seharusnya tertulis “wasi’a kursiyyuhu as-samaawaati wa al-ardho”, di situ tertulis ‘qursiyyu’ dengan menggunakan huruf qof bukan kaf, sehingga menjadi :ﻮﺴﻊﻗﺮﺴﻴﻪ

KEDUA
Dikutip surat Ali Imron:31—-pada bagian yang seharusnya tertulis “qul inkuntum tuhibbuunallaha fattabi’uu nii”, di situ tertulis “fattabi’uuna”, sehingga menjadi: ﻓﺎﺘﺒﻌﻮﻦ

KETIGA
Dikutip surat alHijr:9—-pada bagian yang seharusnya tertulis “innaa nahnu nazzalnaa adz-dzikro …”, di situ tertulis “innaa nahnu naa addalnadzikru…”, sehingga menjadi: ﺇﻨﺎﻨﺤﻦﻨﺎﺍﻠﺩﻠﻨﺬﻜﺮۥ

Semoga aku ga salah lihat, soalnya aku baca berulang-ulang untuk meyakinkan… memang seperti itu yang ditempel.

Apa maksud semua ini …?

Sepertinya tidak mungkin tulisan itu salah tempel atau salah tulis. Karena design ruang periksa itu sangat rapi, tidak mungkin sesuatu yang tidak diperlukan akan ditempel atau dipajang di situ. Dan semua yang dipajang di situ pasti atas rekomendasi pak dokter juga kan? Juga tidak mungkin salah tulis, karena bentuk tulisan (khot) arabnya rapi dan terlihat bahwa tulisan itu ditulis oleh orang yang biasa menulis arab. Dan kesalahan seperti itu tidak bisa diterima.

Tapi sepertinya juga tidak mungkin kalau pak dokter yang menempel tulisan itu, dan juga mempunyai keyakinan yang sama seperti orang-orang lain yang bisa dibilang sebagian besar tidak mengecap pendidikan se-elit dan semahal kedokteran. Bukankah sejarah pendidikan sekelas kedokteran itu penuh dengan kaidah-kaidah ilmiyah dan cara-cara berpikir yang logis.

Atau… memang benar kalau kesyirikan (kepada Allah) itu hanya akan membuahkan kebodohan? Hanya akan menjadikan si pintar menjadi si tolol? Hanya akan menyebabkan kemunduran intelektual pada diri pelakunya?

Nah pak dokter… menurut anda hukuman apa yang pantas diberikan untuk seorang dokter yang bisa meramu dan meracik berbagai macam jenis obat sehingga jika dia meramu obat maka akan jadi obat yang cespleng dan langsung menuju sasaran penyakit. Tetapi suatu saat dia memasukkan sedikit unsur racun pada obat yang dia buat tanpa sepengetahuan si pasien. Memang racunnya itu tidak langsung membunuh si pasien seketika, tapi racun itu bekerja pelan-pelan sehingga ketika nanti si pasiennya itu tewas maka tidak akan ketahuan kalau dia dibunuh oleh si dokter tadi ??

Yang kedua pak dokter… menurut anda apa yang pantas dikatakan pada pasien anda yang sakit asma. Kemudian anda membuatkan resep untuknya, yang jika resep itu diracik dan dikonsumsi maka akan menghilangkan penyakit asma yang dideritanya. Tetapi… pasien anda itu malah menempelkan lembaran resep itu di dadanya, dan dia bersikeras untuk tetap menggunakan cara itu tanpa minta untuk diracikkan obatnya apalagi mengkonsumsinya, bahkan untuk sekedar berniat akan meminum obatpun tidak terbersit di benaknya ??

Nah… jawaban pertama… jawaban kedua…

Itulah hukuman yang pantas diberikan oleh orang yang merubah lafaz-lafaz Kitabullah, mengolok-olok Kalamullah yang suci.
Sebagaimana Allah berfirman untuk mereka yang mengolok-olok Allah dan RasulNya, —- dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman—-atTaubah:65-66.

Dan kalaupun si penulis tulisan itu mengatakan bahwa yang ditulisnya itu adalah benar-benar berasal dari alQur’an, maka ini yang pantas diberikan untuknya, sebagaimana Allah berfirman untuk mereka yang merubah atau membuat-buat tulisan yang mereka nyatakan sebagai Kitabullah, —-Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.—-alBaqoroh:79

Kemudian, kalau si penulis atau si pemajang tulisan itu berkeyakinan bahwa tulisan itu penolak bencana – pemberi manfaat, maka Allah telah berfirman untuk mereka yang meyakini bahwa ada sesuatu selain Allah yang bisa melindunginya, –Katakanlah: “Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari dari (azab Allah) yang Maha Pemurah?” sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka.—alAnbiya:42,…
ataupun berkeyakinan bahwa penolak bencana – pemberi manfaat itu hanya Allah, namun cara untuk mendapatkannya yaitu dengan memajang tulisan itu, maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa cara itu adalah cara yang salah
- diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Ukaim: “Barangsiapa menggantungkan sesuatu barang (dengan anggapan bahwa barang itu bermanfaat atau dapat melindungi dirinya), niscaya Allah menjadikan dia selalu bergantung kepada barang tersebut.” (HR Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).
- “Barangsiapa yang bergantung kepada sebuah mantra maka Allah tidak akan menyempurnakan rencananya. barangsiapa yang bergantung kepada jampi maka Allah tidak akan menuntaskan rencananya”(HR. Ahmad)

Dan tidak bisa dikatakan bahwa Islam mengajarkan cara seperti itu, bahkan pelakunya hanya akan mendapatkan kesia-siaan saja, — barang siapa melakukan suatu bentuk amalan (ibadah) yang tidak ada asalnya dari kami, maka tertolak. –alBukhari&Muslim…
bahkan terancam dengan panasnya api neraka, –sesungguhnya sebaik-baik perkataan itu ialah Kitabullah (Al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk itu ialah petunjuk Muhammad shalallahu’alaihi wa sallam, dan sejelek-jelek urusan ialah yang diada-adakan (di dalam perkara ibadah), dan tiap-tiap bid’ah itu sesat, dan tiap-tiap kesesatan itu tempatnya di neraka.– Muslim 2/11, Ahmad dan Nasa’i.

Kemudian pak dokter… anda tidak usah tersinggung jika ada yang menjawab pertanyaan kedua, orang yang seperti itu adalah orang GILA, ga waras, atau sejenis dengan idiot dan juga pemalas. Bagaimana tidak, alQur’an yang seharusnya diambil manfaatnya dengan dibaca (dengan bacaan yang benar), direnungi maknanya, dicari tafsirnya yang benar, kemudian diamalkan dan diajarkan… lha ini, bukannya dibaca apalagi direnungi… lha kok malah cuman ditempel thok! Dan dengan cuma ditempel itu diharapkan bisa memberi manfaat… kelihatan banget goblok dan malesnya kan?

Sama sekali tidak ada alasan yang bisa diterima dari perbuatan semacam itu. Tulisannya sudah salah, keyakinannya jelas salah, penerapannya tidak ada dasar yang kuat dari pembawa syariat agama ini.

Yakinlah bahwa keselamatan hanya akan datang dari Allah, dan tentunya hal itu bisa diusahakan hanya dengan cara-cara yang benar –Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.—Ali Imron:3, dan untuk ayat ini jangan dirubah lafaz “fattabi’uunii” menjadi “fattabi’uuna”, karena ayat tersebut akan menjadi tidak ada artinya.

Semoga bermanfaat, dan tidak ada cara lain untuk memperoleh kemuliaan… kebahagiaan… dan kemajuan umat kecuali dengan kembali kepada agama yang benar –”Apabila kalian telah berjual beli dengan cara ‘inah (sejenis riba -pent), kalian mengambil ekor-ekor sapi dan ridho dengan persawahan serta kalian tinggalkan jihad maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian yang tidak akan dicabut hingga kalian kembali kepada agama kalian (yang murni)” [HSR Abu Daud]

Naufal… semoga Allah memberkahinya!
3 Januari 2007, 22.19, 3600gr, 50cm, 700rb, RSI Cempaka Putih

- Keluar dari rumah sakit, sampai beberapa hari… di kulit kepalanya seperti ada kerak, trus sempat bernanah. Ternyata itu kotoran, bisa dikelupas.
- 10 hari , puput pusar… pas ada mbah Uti & mbah Kakung.
- Beberapa hari setelah lahir sempat menyusut beratnya.
- 2 minggu, Kontrol I, berat masih 3600.
- 1 bulan, imunisasi BCG di Tan-ti, dari bekasi pake motor bertiga, pulangnya berempat sama fathimahhaura
- 11Pebruari’07, berat 5200.
- Menjelang 2 bulan, ngobrol sampai manyun-manyun… ada mbah Kakung.
-

FathimahHaura’… semoga Allah memberkahinya!
21 Maret ’05, 01.39, 2900gr, 49cm,800rb, RSI Cempaka Putih

- Usia 3 minggu, mulai angkat kepala, kalo ditegakkin badannya.
- 1 bulan, sudah 5 hari ini ga e’e, sampai 4 hari baru e’e, trus 2 hari baru e’e lagi. Habis itu sampai 10 hari gak e’e, wah… bikin bingung…
- 1 bulan + 1 minggu, dibuatin burung-burungan warna-warni sama bunda, matanya udah mulai ngeliat, soalnya dari beberapa hari kemarin matanya ngeliat ke atas terus, takutnya ntar pegel tuh mata…
- …Wah, kalo ngeliat ayah langsung ketawa, ngajak ngobrol.
- 17Mei‘05, sudah beberapa hari ini muncul semacam bisul di pinggul sebelah kanan, mungkin bekas imunisasi.
- Menjelang 2 bulan, rambutnya yang dicukur habis pas 7hari mulai tumbuh, tapi cuma di bagian atasnya dan tumbuhnya berdiri…
- 2,5 bulan, kalau ketawa ato ngajak ngobrol udah mulai criwis, malem-malem sukanya bangun, trus ngajak ngobrol deh ..
- 3Juni‘05, benjolan semacam bisul yang di pinggul kanannya kempes
- 5Juni‘05, rambutnya digundulin lagi, ayah pinjam alat potong di tukang cukur dekat rumah, eh si tukang cukurnya ga mau dibayar… ya udah si fathim potong gratis. Makasih mas!
- 31Juli/Juni‘05 Divaksin polio.
- 7Juni‘05, pergi jauh pertama ke Pondok Kopi, naek KRL sama 47.
- Menjelang 3 bulan, mulai cerewet.
- 3 bulan + 3 hari, batuk-batuk … seperti ada yang ngganjel di hidungnya?
- 3,5 bulan, mulai miring-miring tidurnya, ditengkurapin bisa, tapi belum bisa tengkurap sendiri.
- 3Juli‘05, diajakin ta’lim dan kondangan, naik angkot ga’ rewel lho!
- 3,5 bulan, kalo nangis kenceng kaya orang marah .. oak… oak!
- Menjelang 4 bulan, sudah tengkurap sendiri, tapi masih jarang, terus tengkurapnya juga belum sempurna. Senengnya ngangkat-ngangkat kaki, trus dijatuhin… gubrak! Begitu caranya kalo bangunin ayahbunda…
- Antara 3-4 bulan, kalo dipanggil nengok, trus senyum… duh cantiknya!
- 4 bulan + 4 hari, diimunisasi DPT 1, malamnya agak panas, kasian… jadi kurang aktif, lagi ga enak badan sih…
- 4,5 bulan, sudah bisa tengkurap sendiri, kadang malam-malam bangun sendiri… trus tengkurap, tapi ga bersuara ataupun nangis, jadi ayahbunda ga tau kalo fathimah ngompol keluar dari arena perlak-nya, kena kasur deh…
- 28Juli’05, kulitnya merah-merah kaya biang keringat, dikasih caladine ga ilang, trus sabtu malam 30Juli’05 priksa ke klinik yasmin, dikasih obat+bedak. Alhamdulillah paginya sudah mendingan trus lama-lama bercak merahnya hilang.
- 4 bulan, kalo nguap sudah bersuara, lucu…
- Awal agustus’05, dicukur gundul lagi.
- 27Agustus’05, dikasih bubur dari roti.
- 5 bulan lebih, kalau didandanin udah guling kesana-sini… udah bisa becanda.
- 5,5 bulan, udah lincah guling kesana-sini.
- 8September’05, tadi pagi pas ayah berangkat ngliatin terus, kayaknya dah hapal n tau kalo ayah mau kerja.
- Menjelang 6 bulan, diimunisasi DPT3, panas badannya. Dikasih paracetamol, malah merah-merah badannya. Trus diobatin pake tempra.
- 6 bulan, berat badannya 7,5kg.
- 6 bulan, matanya sering kedip-kedip sambil senyum.
- 23September’05, makan siang, sore, habis! Banyak juga makannya…
- 6 bulan lebih sedikit, pilek.
- 6,5 bulan, kalo ngoceh kenceng banget! Kalo guling-guling sudah kemana-mana.
- 10Oktober’05, diperiksain ke RSI Cempaka Putih sama bunda, soalnya alergi kulitnya gak sembuh-sembuh
- 7,5 bulan-5Nopember’05, diajak pulang kampung ke Temanggung. Disana tambah pinter… bisa geleng-geleng kepala… bisa manggil “eh..eh” sambil kedip-kedipan… tapi disana batuk, dingin kali, adaptasi udara. Perjalanan ke Temanggung by Sawunggalih-Bisnis… ga rewel. Perjalanan ke Jakarta by OBL-NonAc, mungkin karena gelap n pengap fathimah sempat rewel. Jam 12.30 malam e’e di dalam bis. Wah, bikin bingung. Gelisah… ga tidur… trus rewe… trus tidur… bangun, rewel lagi… tidur lagi… akhirnya bis istirahat juga jam 03.30. dicebokin, bersih… nyaman… tidur lagi sampai jakarta. Oya, pake sweety sih, jadinya tembus tuh e’e…
- Menjelang 8 bulan, mulai sering ngangkat badan pake tangan & lutut, ngangsrutnya mulai cepet.
- Oya, di Temanggung bisa di-tatur lho pipisnya.
- Balik Jakarta pipisnya mulai teratur.
- Sampai 8 bulan kadang masih ada biang keringatnya… merah-merah.
- 8 bulan, rambutnya mulai banyak. Bikin gemes kalo diajak becanda
- Dibuatin krudung sama mbah Uti, dikasih krudungnya mbak Laras, dibeliin baju sama nenek.
- Batuk yang dari Temanggung mulai 7Nopember sampai… 17Nopember’05. Dikasih obat sama bu cicik-kauman, oya obatnya gratis.
- 8 bulan, gigi depan yang bawah mulai numbuh.
- 8,5 bulan, mulai naik tangga di rumah… merembet… terus kadang kalau ditinggal tau-tau sudah di pintu rumah.
- 9 bulan, bisa berdiri dengan pegangan, tapi duduknya masih goyang-goyang.
- Makin centil kata bunda.
- Seneng manjat-manjat… bukan manjat pohon, tapi manjat orang yang tidur di sebelahnya.
-